Notification

×

Iklan

Iklan

AC Mobil Kurang Dingin Temukan Solusinya

Thursday, May 14, 2026 | 3:35 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-14T08:35:02Z
Mekanik memeriksa sistem AC mobil yang kurang dingin untuk menemukan penyebab dan solusi agar udara kembali sejuk dan nyaman di dalam kendaraan

Di tengah musim panas yang semakin terik, banyak pemilik mobil mulai mengeluhkan AC kendaraannya terasa tidak sedingin biasanya. Jangan anggap sepele, kondisi ini bisa jadi tanda ada komponen yang perlu diperiksa atau diganti.


Memasuki musim kemarau 2026 yang diprediksi BMKG datang lebih awal, pemilik kendaraan di kota-kota besar Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan. Suhu udara yang meningkat membuat kabin mobil lebih cepat panas sehingga sistem AC harus bekerja lebih keras dari biasanya.


Komponen Kecil yang Sering Terlupakan


Meski kerap dianggap sepele, filter AC ternyata menjadi komponen yang sangat penting. Di cuaca yang kering dan berdebu, filter AC harus menyaring lebih banyak kotoran sebelum udara dialirkan ke evaporator.


Menurut Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, filter yang kotor atau tersumbat menjadi penyebab utama AC mobil tidak dingin. Debu yang menumpuk menghambat aliran udara, sehingga hembusan AC terasa lemah meski kipas sudah diatur di level maksimal.


Gejala yang perlu diwaspadai antara lain hembusan angin AC yang melemah meski kipas di posisi maksimal, munculnya aroma debu saat AC pertama kali dinyalakan, serta kaca mobil yang mudah berembun saat hujan akibat sirkulasi udara yang tidak lancar.


Pengecekan filter AC idealnya dilakukan setiap 5.000 hingga 10.000 km, atau lebih cepat jika kendaraan sering melintas di area proyek atau jalanan berdebu.


Untuk perawatan mandiri, pemilik kendaraan bisa mengecek filter AC melalui glove box tanpa alat khusus. Namun perlu diingat, filter berbahan kertas tidak boleh dicuci karena bisa merusak struktur penyaringannya. Jika sudah kotor, sebaiknya langsung diganti dengan yang baru sesuai spesifikasi pabrikan.


Komponen Lain yang Juga Perlu Diperhatikan


Evaporator juga termasuk komponen yang paling rentan bermasalah. Bagian ini sering menjadi tempat menumpuknya kotoran dan debu, apalagi jika filter kabin jarang diganti. Evaporator yang kotor bisa memicu sumbatan hingga kebocoran.


Kompresor AC pun perlu mendapat perhatian. Oli kompresornya disarankan untuk diganti setiap 20.000 km. Selain itu, tekanan freon juga perlu diperiksa untuk memastikan sistem AC bekerja normal.


Tanda-tanda umum AC mobil bermasalah biasanya langsung terasa, seperti udara yang keluar tidak sedingin biasanya atau muncul bau tidak sedap. Jika sudah muncul gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut.


Intinya, perawatan AC bukan hanya dilakukan saat sudah ada masalah. Pengecekan rutin jauh lebih hemat biaya dibanding menunggu kerusakan lebih parah terjadi.

×
Berita Terbaru Update
close