Notification

×

Iklan

Iklan

EULA Subnautica 2 Jadi Sorotan di Tengah Peluncuran Early Access

Wednesday, May 20, 2026 | 8:29 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T13:29:14Z
game Subnautica 2 dengan tampilan bawah laut futuristik saat EULA kontroversial menjadi sorotan di tengah peluncuran versi early access

Subnautica 2 akhirnya resmi hadir dalam versi early access dan mendapat respons positif dari banyak pemain. Namun di tengah peluncuran tersebut, perhatian publik justru tertuju pada EULA atau perjanjian pengguna game yang dianggap terlalu ketat dan kontroversial.


Artikel dari PC Gamer yang ditulis Fraser Brown pada 19 Mei 2026 menyoroti sejumlah aturan dalam EULA Subnautica 2 yang dinilai berlebihan. Bahkan, sang penulis mengaku dirinya bisa dianggap melanggar aturan hanya karena mengkritik isi perjanjian tersebut.


Salah satu poin yang dipermasalahkan adalah larangan melakukan tindakan yang dianggap dapat merusak reputasi perusahaan, afiliasi, layanan, maupun game itu sendiri. Dengan aturan yang sangat luas itu, kritik terhadap game atau perusahaan berpotensi dianggap sebagai pelanggaran.


Aturan lain yang juga menuai perhatian adalah kewajiban bagi kreator konten untuk menampilkan disclaimer khusus saat membuat video gameplay atau siaran langsung. Selain itu, Krafton disebut memiliki hak untuk mencabut izin distribusi video gameplay kapan saja tanpa pemberitahuan sebelumnya.


EULA tersebut juga melarang pemain menggunakan VPN atau metode lain untuk menyembunyikan lokasi perangkat. Larangan ini berlaku bukan hanya untuk menghindari pembatasan wilayah, tetapi juga untuk “tujuan lainnya”, sehingga dianggap terlalu umum dan membingungkan.


Tak hanya itu, ada pula aturan yang melarang penggunaan game di lebih dari satu perangkat secara bersamaan tanpa membeli lisensi tambahan. Aturan ini memunculkan pertanyaan di kalangan pemain, misalnya apakah streaming game dari PC ke perangkat lain seperti Steam Deck juga termasuk pelanggaran.


Salah satu klausul yang paling banyak dibicarakan adalah larangan melakukan tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan norma sosial. Banyak pemain menilai aturan tersebut terlalu samar dan sulit dipahami batasannya.


Meski begitu, PC Gamer menjelaskan bahwa sebagian besar isi EULA kemungkinan berasal dari template standar yang biasa digunakan tim hukum perusahaan game. Selain itu, tidak semua isi perjanjian otomatis bisa diterapkan secara hukum.


Di sisi lain, pihak developer Unknown Worlds disebut tidak terlibat langsung dalam penyusunan EULA tersebut. Melalui Discord resmi Subnautica, programmer animasi Sam Dark memastikan bahwa tim developer tidak berniat menindak pemain yang melakukan streaming, menggunakan mod, atau bermain melalui Linux dengan Proton.


Ia juga mengatakan bahwa saat ini ada pihak yang sedang meninjau ulang isi EULA tersebut, sehingga kemungkinan akan ada perubahan atau penjelasan tambahan di masa mendatang.


Kontroversi ini menambah daftar drama yang mengiringi peluncuran Subnautica 2. Meski game-nya sukses menarik perhatian pemain, Krafton masih menghadapi sorotan publik terkait berbagai isu hukum dan kebijakan perusahaan.

×
Berita Terbaru Update
close