Setiap ibu hamil berisiko mengalami gangguan plasenta kondisi yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin jika tidak ditangani sejak dini.
Plasenta adalah organ penting yang mulai terbentuk sejak awal kehamilan dan menempel di dinding rahim. Fungsinya sangat vital mengalirkan oksigen dan darah dari ibu ke janin menyediakan nutrisi melindungi janin dari infeksi bakteri serta membantu produksi hormon kehamilan.
Namun karena perannya yang begitu besar plasenta juga rentan mengalami gangguan. Berikut lima jenis gangguan plasenta yang perlu diketahui.
1. Abruptio Plasenta Plasenta Terlepas
Kondisi ini terjadi saat plasenta luruh sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum persalinan tiba sehingga pasokan oksigen dan nutrisi untuk bayi terputus. Gejalanya berupa perdarahan dari vagina dan kram atau kontraksi perut dan umumnya terjadi setelah kehamilan memasuki 20 minggu.
2. Plasenta Previa
Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh mulut rahim yang dapat menyebabkan perdarahan parah selama kehamilan maupun saat persalinan. Ibu dengan kondisi ini hanya disarankan melahirkan melalui operasi caesar.
3. Plasenta Akreta
Ini adalah kondisi di mana jaringan plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim berisiko menyebabkan perdarahan hebat saat persalinan. Pada kasus yang lebih serius plasenta bahkan bisa melekat hingga ke otot rahim atau menembus seluruh dinding rahim dan penanganannya sering kali memerlukan pengangkatan rahim.
4. Retensio Plasenta Plasenta Tertahan
Normalnya plasenta keluar sendiri dalam 30 menit setelah bayi lahir. Namun pada beberapa kasus plasenta masih menempel atau terjebak di belakang mulut rahim. Jika tidak segera ditangani kondisi ini bisa menyebabkan ibu kehilangan banyak darah hingga membahayakan nyawa.
5. Insufisiensi Plasenta Plasenta Tidak Berfungsi Optimal
Gangguan ini terjadi ketika plasenta tidak mampu menyalurkan nutrisi dan oksigen yang cukup kepada janin akibat plasenta yang tidak berkembang sempurna atau rusak. Dampaknya bisa serius janin tumbuh tidak normal lahir prematur atau memiliki berat badan rendah saat lahir.
Siapa yang Lebih Berisiko
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan plasenta antara lain memiliki tekanan darah tinggi usia di atas 40 tahun kehamilan kembar riwayat operasi caesar atau kuret pernah mengalami gangguan plasenta sebelumnya hingga cedera pada perut akibat kecelakaan atau terjatuh.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami nyeri perut atau punggung yang tak tertahankan perdarahan dari vagina atau kontraksi rahim terus menerus sebelum waktu bersalin. Deteksi dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius bagi ibu maupun bayi.

