Penjualan konsol game PlayStation 5 atau PS5 dilaporkan mengalami penurunan cukup tajam di tengah krisis memori global yang masih berlangsung. Kondisi ini membuat Sony harus menaikkan harga PS5 hingga dua kali dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru Sony, penjualan PS5 pada kuartal fiskal keempat hanya mencapai sekitar 1,5 juta unit. Angka tersebut turun sekitar 46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit.
Sony juga memperkirakan pendapatan dari divisi gaming mereka akan turun sekitar 6 persen sepanjang tahun fiskal 2026. Meski begitu, perusahaan masih mencatat kenaikan pendapatan operasional berkat meningkatnya pemasukan dari layanan jaringan PlayStation dan penjualan game digital.
Krisis memori global disebut menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini. Permintaan chip memori untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan atau AI meningkat sangat tinggi sehingga pasokan untuk industri elektronik konsumen, termasuk konsol game, menjadi terbatas. Akibatnya, biaya produksi perangkat seperti PS5 ikut melonjak.
Sony mengatakan pihaknya kini harus menyesuaikan target penjualan PS5 berdasarkan ketersediaan memori dengan harga yang masih terjangkau. Perusahaan juga mengakui bahwa pengembangan konsol generasi berikutnya yang diprediksi bernama PS6 akan membutuhkan investasi lebih besar.
Meski menghadapi tekanan tersebut, Sony tetap optimistis laba perusahaan bisa meningkat pada tahun fiskal berikutnya. Hal itu didukung oleh rencana perilisan sejumlah game besar, termasuk Grand Theft Auto VI yang diperkirakan mampu mendongkrak penjualan dan aktivitas pemain di platform PlayStation.

