Kabar baik datang bagi industri musik tanah air. Lagu-lagu Indonesia kini berhasil menggeser dominasi K-Pop di platform streaming Spotify. Tren ini bukan terjadi dalam semalam data menunjukkan perubahan selera pendengar yang cukup signifikan selama tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data Spotify Daily Chart yang dibagikan akun X bernama @tsurezure_lab, porsi musik Indonesia di tangga lagu Spotify meningkat dari sekitar 60 persen pada 2023 menjadi 78 persen pada 2026. Sebaliknya, lagu K-Pop hanya tersisa sekitar 1 persen. Angka ini bahkan menjadi yang paling kecil dibanding negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.
Tren ini juga dikuatkan oleh hasil survei Jakpat. Sebanyak 74 persen responden mengaku masuk dalam basis penggemar musisi lokal, sementara penggemar K-Pop berada di angka 40 persen.
Meski begitu, popularitas K-Pop di Indonesia tidak bisa dianggap remeh sepenuhnya. Konser-konser idol Korea masih ramai digelar dan banyak ditonton sejak awal 2026.
Lalu, apa yang membuat musik Indonesia naik daun? Berikut empat faktornya:
1. Munculnya Genre Baru yang Segar
Industri musik Indonesia diwarnai dengan hadirnya genre-genre baru, salah satunya hip-hop dangdut atau yang dikenal dengan sebutan "hipdut". Kehadiran genre ini membuat musik Indonesia semakin beragam. Lirik dan ritmenya juga dikatakan mudah melekat di telinga, sementara lewat media sosial dan platform streaming, penyebarannya menjadi semakin cepat.
2. Musisi Lokal Makin Produktif dan Profesional
Kualitas video klip, strategi promosi digital, hingga produksi lagu yang semakin tinggi membuat para pendengar Indonesia selalu mencari karya terbaru dari musisi lokal. Industri musik tanah air memang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
3. Lirik yang Lebih Dekat dengan Keseharian
Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu terasa lebih akrab dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi, banyak musisi Indonesia kini menulis lirik secara puitis, seperti Hindia, Nadin Amizah, dan Tulus, sehingga lagu terasa lebih bermakna.
4. Isu Rasisme yang Mencoreng Nama Idol K-Pop
Beberapa idol K-Pop pernah dituding melakukan tindakan rasis, mulai dari menyoal warna kulit hingga dianggap mengadopsi budaya orang lain. Yang terbaru, anggota grup n.SSign bernama Laurence diduga melontarkan komentar rasis yang menyinggung idol K-Pop asal Indonesia. Meski kemudian ia membantah bahwa tidak ada maksud untuk memberi stigma negatif, kejadian tersebut tetap ikut memengaruhi citra K-Pop di kalangan pendengar Indonesia.
Secara keseluruhan, data ini menjadi sinyal positif bahwa musik Indonesia semakin dipercaya dan dicintai pendengarnya sendiri.

