Valorant kini resmi mendukung fitur Anti-Lag 2 dari AMD. Teknologi ini hadir untuk membantu mengurangi latensi atau keterlambatan input saat bermain, sehingga bisa menjadi pesaing fitur Nvidia Reflex yang lebih dulu populer di game kompetitif.
Namun setelah diuji, peningkatan performa yang diberikan ternyata tidak terlalu terasa, terutama bagi pengguna PC AMD kelas atas.
Fitur Anti-Lag 2 sebenarnya sudah hadir di Valorant sejak update patch 12.09 beberapa waktu lalu. Meski begitu, fitur ini tidak langsung aktif secara otomatis saat pemain masuk ke game. Fitur tersebut harus diaktifkan secara manual oleh pengguna melalui pengaturan grafis yang tersedia di dalam game.
Pengujian dilakukan menggunakan alat Nvidia LDAT untuk mengukur latensi antara klik mouse dan respons tembakan di layar. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang sangat kecil:
* Anti-Lag 2 OFF: 10 ms dengan 934 fps
* Anti-Lag 2 ON: 9,84 ms dengan 921 fps
Dari hasil tersebut, penurunan latensi hanya sedikit dan hampir tidak terasa saat bermain. Bahkan ketika Anti-Lag dari driver AMD diaktifkan bersamaan dengan Anti-Lag 2 di dalam game, hasil latensinya justru sedikit lebih tinggi.
Pengujian ini dilakukan menggunakan spesifikasi kelas atas, yaitu AMD Radeon RX 9070 XT dan Ryzen 7 7800X3D. Karena performa PC sudah sangat cepat, manfaat fitur pengurang latensi seperti Anti-Lag 2 menjadi kurang terlihat.
Fitur ini disebut lebih cocok untuk PC dengan spesifikasi menengah atau rendah, karena sistem yang lebih lambat biasanya memiliki jeda input yang lebih besar. Walau begitu, ada efek samping yang perlu diperhatikan, yaitu kemungkinan penurunan frame rate.
Saat diuji di practice range Valorant, rata-rata fps memang tidak berubah banyak. Namun angka 1% lows turun dari 565 fps menjadi 489 fps, yang bisa memengaruhi kestabilan permainan di beberapa kondisi.
Untungnya, Anti-Lag 2 bisa dengan mudah diaktifkan atau dimatikan langsung dari dalam game. Karena itu, pemain bisa mencoba sendiri dan melihat apakah fitur tersebut cocok dengan spesifikasi PC mereka.

