Kebotakan adalah salah satu efek samping paling mencolok yang dialami pasien kanker. Kondisi ini bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan dampak langsung dari cara kerja pengobatan kanker di dalam tubuh.
Pengobatan Jadi Penyebab Utama
Kemoterapi dan radioterapi dirancang untuk membunuh sel-sel kanker yang tumbuh dan membelah dengan sangat cepat. Namun, kedua terapi ini tidak selalu bisa membedakan sel kanker dengan sel sehat yang juga cepat membelah termasuk sel-sel di folikel rambut.
Folikel rambut adalah bagian kecil di kulit dimana rambut tumbuh. Ketika sel-sel ini ikut diserang, siklus pertumbuhan rambut terganggu dan rambut pun rontok.
Kemoterapi Menyerang Seluruh Tubuh
Obat kemoterapi mengalir ke seluruh tubuh melalui aliran darah, lalu bekerja dengan merusak DNA sel atau mengganggu proses pembelahan sel. Karena folikel rambut termasuk sel yang paling cepat membelah, sel ini sangat rentan terhadap efek kemoterapi.
Kondisi ini dikenal sebagai efluvium anagen yaitu gangguan pada fase pertumbuhan aktif rambut yang menyebabkan rambut menjadi tipis, patah, atau rontok dari akarnya.
Yang perlu diketahui, kerontokan tidak hanya terjadi di kepala, tetapi juga bisa memengaruhi alis, bulu mata, rambut ketiak, hingga rambut kemaluan. Tingkat keparahannya bergantung pada jenis obat, dosis, dan kondisi masing-masing pasien.
Radioterapi Hanya di Area yang Disinari
Berbeda dari kemoterapi, radioterapi bersifat lokal. Kerontokan rambut hanya terjadi di area tubuh yang menerima radiasi. Jika radiasi diarahkan ke kepala, maka rambut di kepala yang akan rontok.
Jika dosis radiasi sangat tinggi, kerontokan bisa bersifat permanen karena folikel rambut rusak secara permanen.
Kapan Rambut Tumbuh Lagi?
Kabar baiknya, bagi sebagian besar pasien, rambut akan mulai tumbuh kembali beberapa minggu atau bulan setelah pengobatan selesai. Rambut yang baru mungkin memiliki tekstur atau warna yang sedikit berbeda, namun bisa kembali normal seiring waktu.
Tips Merawat Diri Selama Kerontokan
Beberapa hal yang bisa dilakukan pasien untuk tetap nyaman:
- Menggunakan syal, topi, atau wig untuk melindungi kulit kepala
- Memakai sampo ringan dan menghindari alat panas seperti hair dryer
- Mencari dukungan emosional dari keluarga, teman, atau komunitas sesama pasien
Kebotakan pada pasien kanker adalah tanda bahwa pengobatan sedang bekerja. Dengan memahami penyebabnya, pasien dan keluarga diharapkan bisa lebih siap menghadapi perubahan ini secara fisik maupun mental.

