Notification

×

Iklan

Iklan

Peran Perempuan dalam Dunia UMKM Indonesia

Saturday, May 16, 2026 | 1:19 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-16T06:19:09Z
meningkatnya peran perempuan dalam dunia usaha UMKM di Indonesia

Perempuan kini mendominasi dunia usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM di Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di tanah air adalah perempuan, dan sebagian besar bergerak di sektor industri kreatif.


Namun di balik angka yang membanggakan itu, masih ada tantangan besar yang harus dihadapi yaitu pengelolaan keuangan.


Isu ini menjadi sorotan dalam forum diskusi bertajuk Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry yang digelar Bank Saqu bersama IdeaFriends dalam rangka peringatan Hari Kartini.


Kreativitas Saja Tidak Cukup


Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando, menegaskan bahwa kreativitas semata tidak cukup untuk menjamin kelangsungan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. Ia menekankan bahwa literasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendesak bagi para pelaku usaha perempuan.


Supaya usaha bisa berkembang dalam waktu panjang, diperlukan sedikit pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan cash flow hingga pengambilan keputusan finansial yang tepat. Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak usaha yang berkelanjutan di Indonesia, ujar Willy.


Banyak Bisnis Kreatif Lahir dari Hobi, Tapi Layu di Tengah Jalan


Co Founder KopiSoe, Sylvia, mengingatkan bahwa banyak bisnis kreatif lahir dari ide yang kuat, namun gagal bertahan karena lemahnya manajemen keuangan. Tanpa kondisi keuangan yang sehat, bisnis akan sulit bertahan dalam jangka panjang, apalagi untuk berkembang lebih jauh.


Sylvia menegaskan bahwa disiplin dalam mengelola arus kas dan memahami biaya operasional adalah kunci agar bisnis tidak sekadar bertahan, tetapi benar benar bisa tumbuh.


40 Persen Nasabah Bank Saqu adalah Solopreneur


Bank Saqu mencatat sekitar 40 persen profil nasabahnya merupakan solopreneur yaitu pelaku usaha yang menjalankan bisnis seorang diri. Kondisi ini mendorong perseroan untuk menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga memperkuat edukasi dan ekosistem usaha.


Salah satu inisiatifnya adalah program Solopreneur Academy, yang dirancang agar perempuan pelaku industri kreatif mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.


Solusi Keuangan untuk Setiap Tahap Bisnis


Bank Saqu juga mendorong para pelaku usaha untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis melalui fitur seperti Saku Nabung dan Saku Transaksi, agar pengelolaan lebih rapi dan bisnis bisa berkembang lebih optimal.


Bagi pelaku usaha yang membutuhkan fleksibilitas modal, tersedia layanan Saku Kredit. Sementara bagi pengusaha yang sudah memasuki tahap pertumbuhan, Bank Saqu Bisnis hadir untuk membantu mengoptimalkan pengelolaan arus kas dan efisiensi operasional.


Perempuan Bukan Sekadar Pelaku, Tapi Penggerak Ekonomi


Teknologi digital disebut semakin memudahkan perempuan untuk memperluas jangkauan pasar secara fleksibel, membuka peluang yang sebelumnya sulit dijangkau.


Anggota DPR RI Himmatul Aliyah pun menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar penerima manfaat, melainkan penggerak utama ekonomi. Memberdayakan perempuan dalam ekonomi adalah investasi strategis bagi masa depan negara, ujarnya.

×
Berita Terbaru Update
close