Gaya hidup mewah ala sosialita kini tak lagi hanya milik kalangan atas. Kelas menengah perkotaan dan generasi muda produktif pun ikut tergiur dan risikonya mulai terlihat dari data utang konsumtif yang terus menanjak.
Otoritas Jasa Keuangan OJK mencatat hingga Februari 2026 total pinjaman online yang beredar telah melampaui Rp 100 triliun tumbuh lebih dari 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu penggunaan kredit buy now pay later BNPL dan kartu kredit juga melonjak terutama di kota kota besar.
Data itu memberi sinyal peringatan banyak orang kini membiayai gaya hidup mereka dengan utang bukan dari penghasilan yang memadai.
Sosialita Bukan Sekadar Boros
Namun perlu dipahami gaya hidup sosialita tidak semata soal konsumsi berlebihan. Kehidupan sosial juga memiliki fungsi penting mulai dari membangun jaringan hingga menjaga kesehatan mental.
Masalah sesungguhnya bukan pada bergaulnya melainkan ketika gaya hidup itu tidak lagi sesuai kemampuan finansial yang nyata.
Konsumsi Impulsif Menggerus Keuangan Secara Diam Diam
Tren healing liburan singkat nongkrong di kafe atau memanjakan diri kini dianggap sebagai kebutuhan bukan sekadar kemewahan. Masalah muncul saat healing dijadikan pembenaran untuk pengeluaran yang tidak direncanakan. Tanpa disadari kebiasaan self reward yang terlalu sering justru menggerus kondisi finansial secara perlahan.
Dua Ekstrem yang Sama Berbahaya
Banyak anak muda akhirnya terjebak di antara dua kutub terlalu menikmati hidup hingga lupa masa depan atau terlalu ketat mengatur uang sampai kehilangan ruang untuk menikmati hasil kerja keras. Padahal pengelolaan keuangan yang sehat justru berada di tengah tengah keduanya.
Langkah Nyata Menjaga Kesehatan Finansial
Di tengah kemudahan transaksi digital dan godaan belanja impulsif disiplin keuangan kian mudah terkikis. Resolusi finansial yang bijak bukan soal mencari penghasilan lebih besar melainkan membelanjakan uang dengan lebih terencana dan sadar.
Beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan
Catat arus keuangan gunakan aplikasi seperti Money Manager atau Daily Expense Manager untuk memantau pemasukan dan pengeluaran setiap bulan
Pisahkan rekening tabungan rekening khusus tabungan sebaiknya diperlakukan sebagai komitmen utama bukan pilihan terakhir Menabung secara otomatis setiap bulan membantu menghilangkan kebiasaan menunda
Rencanakan pos hiburan healing idealnya masuk sebagai anggaran terencana bukan pengeluaran mendadak
Investasi dengan sadar risiko mulai dari instrumen yang dipahami sesuaikan dengan profil risiko dan jangan sampai mengorbankan kebutuhan harian
Intinya Seimbang Bukan Menekan Diri
Mengelola keuangan bukan soal memilih antara healing menabung atau investasi melainkan menyusun prioritas yang paling masuk akal sesuai kondisi dan tujuan hidup masing masing.
Keuangan yang sehat bukan berarti tidak boleh menikmati hidup Kuncinya adalah tahu batas punya rencana dan tidak membiarkan tekanan sosial mendikte dompet kita

